Avatar Mountain GuidesPemandu privat & concierge Zhangjiajie

Visa & masuk Tiongkok

Transit bebas visa 240 jam Tiongkok — kini WNI bisa menikmati Zhangjiajie hingga 10 hari tanpa visa

Sejak 12 Juni 2025, Indonesia resmi masuk daftar kebijakan transit bebas visa 240 jam Tiongkok — kini 55 negara. Artinya WNI bisa tinggal hingga sepuluh hari penuh di Tiongkok tanpa visa saat transit menuju negara ketiga, dan Provinsi Hunan, rumah Zhangjiajie, termasuk wilayah yang diizinkan. Berikut cara kerja kebijakannya dan cara mengubahnya menjadi perjalanan impian.

Diterbitkan: Fakta diperiksa:

Jawaban singkat

Kebijakan transit bebas visa 240 jam Tiongkok (berlaku sejak 17 Desember 2024) mengizinkan warga 55 negara — termasuk Indonesia sejak 12 Juni 2025 — tinggal hingga 10 hari saat melintasi Tiongkok menuju negara atau wilayah ketiga. Syarat kuncinya adalah tiket lanjutan terkonfirmasi ke negara ketiga: rute Jakarta → Tiongkok → Jakarta tidak memenuhi syarat, tetapi Jakarta → Zhangjiajie → Singapura memenuhinya. Provinsi Hunan — termasuk Zhangjiajie dan bandaranya — berpartisipasi penuh. Selalu verifikasi aturan terkini melalui Administrasi Imigrasi Nasional (NIA) Tiongkok sebelum memesan.

Fakta penting

Kebijakan
Transit bebas visa 240 jam (10 hari), Administrasi Imigrasi Nasional (NIA) Tiongkok
Berlaku sejak
17 Desember 2024 (diperpanjang dari 72/144 jam); Indonesia ditambahkan 12 Juni 2025
Siapa yang memenuhi syarat
Warga 55 negara terdaftar (Eropa, Amerika, Oseania, sebagian Asia) — termasuk Indonesia sejak 12 Juni 2025; cek daftar resmi terkini
Syarat inti
Tiket lanjutan terkonfirmasi ke negara/wilayah ketiga yang berangkat dalam 240 jam
Wilayah berlaku
24 provinsi/wilayah; Hunan berpartisipasi satu provinsi penuh — termasuk Zhangjiajie
Pintu masuk untuk Hunan
Bandara Internasional Changsha Huanghua dan Bandara Internasional Zhangjiajie Hehua, di antara 65 pintu masuk yang memenuhi syarat secara nasional
Biaya
Gratis — izin masuk sementara diterbitkan saat kedatangan tanpa biaya
Fakta diperiksa
31 Juli 2026 terhadap publikasi resmi NIA

Apa isi kebijakannya

Pada 17 Desember 2024, Administrasi Imigrasi Nasional (NIA) Tiongkok memperpanjang kebijakan transit bebas visanya dari 72/144 jam menjadi 240 jam penuh — sepuluh hari — di 24 provinsi dan wilayah, dan daftar pintu masuknya sejak itu bertambah menjadi 65 (lima pintu terakhir ditambahkan pada 5 November 2025). Prinsipnya sederhana: jika Anda warga salah satu negara yang memenuhi syarat dan benar-benar transit melalui Tiongkok — tiba dari satu negara atau wilayah dan berangkat ke negara atau wilayah lain — Anda dapat meminta izin masuk sementara saat kedatangan tanpa perlu mengajukan visa.

Dua detail paling menentukan. Pertama, perjalanan lanjutan harus menuju negara atau wilayah ketiga — rute Jakarta → Changsha → Jakarta tidak memenuhi syarat, tetapi Jakarta → Changsha → Bangkok memenuhinya (begitu pula itinerari yang berakhir di Hong Kong atau Makau, yang dihitung sebagai wilayah berbeda untuk kebijakan ini). Kedua, hitungan 240 jam dimulai pukul 00:00 sehari setelah masuk, jadi praktisnya Anda mendapat hingga sepuluh hari penuh plus malam kedatangan.

Wilayah tinggal yang diizinkan bergantung pada tempat Anda masuk. Provinsi Hunan berpartisipasi sebagai satu provinsi utuh: masuk lewat Bandara Internasional Changsha Huanghua atau Bandara Internasional Zhangjiajie Hehua, dan Anda boleh bepergian ke mana pun di Hunan — serta lanjut ke provinsi peserta lainnya — selama masa tinggal Anda.

Siapa yang masuk daftar — dan kabar baik untuk WNI

Daftar negara yang memenuhi syarat kini mencakup 55 negara: sebagian besar Eropa (termasuk Inggris, Irlandia, dan negara-negara Schengen), Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Brasil, Argentina, Chili, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, Rusia — dan, sejak 12 Juni 2025, Indonesia. Penambahan Indonesia diumumkan resmi oleh NIA dan menggenapkan daftar menjadi 55 negara. Daftar ini sesekali berubah, jadi perlakukan blog mana pun — termasuk blog ini — sebagai titik awal dan konfirmasikan status paspor Anda ke publikasi NIA terkini atau Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta sebelum membeli tiket.

Bagian jujurnya: Indonesia belum tercakup skema bebas visa unilateral 30 hari Tiongkok, jadi untuk perjalanan pulang-pergi sederhana Jakarta → Tiongkok → Jakarta, WNI tetap memerlukan visa reguler. Justru karena itu, kebijakan transit 240 jam ini adalah satu-satunya jalur bebas visa bagi WNI saat ini — dan syaratnya terasa alami bagi pelancong Indonesia: cukup lanjutkan perjalanan ke Singapura, Kuala Lumpur, atau Bangkok alih-alih terbang langsung pulang, dan hingga sepuluh hari Anda di Tiongkok menjadi bebas visa.

Aturan dalam praktik

Saat check-in penerbangan menuju Tiongkok, tunjukkan tiket lanjutan Anda ke negara atau wilayah ketiga — maskapai ketat karena merekalah yang menanggung risikonya. Saat mendarat, ikuti petunjuk menuju konter transit bebas visa (izin masuk sementara), serahkan paspor, kartu kedatangan, dan tiket lanjutan, lalu petugas imigrasi memberi cap masuk untuk periode yang diizinkan. Izinnya gratis.

Selama menginap, hotel otomatis mendaftarkan Anda ke kepolisian setempat saat check-in (formalitas hukum yang normal di Tiongkok — Anda tidak akan menyadarinya selain menyerahkan paspor). Jika menginap di rumah pribadi, Anda wajib mendaftar sendiri di kantor polisi setempat dalam 24 jam.

Keluarlah sebelum 240 jam habis melalui pintu keluar mana pun yang memenuhi syarat. Melebihi batas tinggal, meski tidak sengaja, menimbulkan masalah nyata — denda, hambatan saat keluar, dan penolakan di masa depan — jadi sisihkan satu hari cadangan dalam rencana Anda.

Mengapa Zhangjiajie sempurna untuk perjalanan 240 jam

Sepuluh hari terasa tanggung untuk kota-kota raksasa Tiongkok — terlalu lama untuk liburan kota, terlalu singkat untuk tur besar. Namun pas sekali untuk Hunan. Tiga objek utama Zhangjiajie — Taman Hutan Nasional dengan gunung-gunung “Avatar”, Gunung Tianmen dengan kereta gantungnya yang menembus langit, dan Jembatan Kaca di Grand Canyon — layak mendapat empat hingga lima hari sendiri. Tambahkan Danau Baofeng, perjalanan sehari atau menginap di Kota Kuno Fenghuang, dan sehari di Changsha untuk kuliner Hunan yang tersohor, maka sepuluh hari terisi tanpa satu pun agenda pengisi waktu.

Logistiknya pun pas — terutama dari Indonesia. Bandara Internasional Zhangjiajie Hehua (DYG) adalah salah satu dari 65 pintu masuk kebijakan ini dan hanya 5 km dari pusat kota, dengan koneksi internasional lewat hub seperti Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, dan Seoul — sehingga itinerari negara-ketiga yang memenuhi syarat mudah disusun (misalnya Jakarta → Zhangjiajie → Singapura). Alternatifnya, terbang ke Changsha — yang dilayani rute internasional langsung — lalu naik kereta cepat sekitar 3 jam ke Stasiun Zhangjiajie West.

Dan karena seluruh provinsi adalah wilayah yang diizinkan, tidak ada yang terasa seperti sekadar “transit”: Anda benar-benar menjelajah Hunan secara legal dan leluasa hingga sepuluh hari — biaya visa dihemat, antrean kedutaan dilewati.

Itinerari 10 hari bebas visa yang realistis

Hari 1: mendarat di Bandara Zhangjiajie Hehua, izin masuk sementara diterbitkan saat kedatangan, malam di kota. Hari 2–3: Taman Hutan Nasional Zhangjiajie — Yuanjiajie dan Gunung Hallelujah, Gunung Tianzi, Sungai Golden Whip. Hari 4: Gunung Tianmen — kereta gantung, jalur kaca di tebing, dan 999 anak tangga Gerbang Surga. Hari 5: Grand Canyon Zhangjiajie dan Jembatan Kaca, dilanjutkan naik perahu di Danau Baofeng sore harinya. Hari 6–7: Kota Kuno Fenghuang, menginap semalam di tepi Sungai Tuo. Hari 8: Furong, “desa yang menggantung di atas air terjun”, dalam perjalanan kembali. Hari 9: kereta cepat ke Changsha, malam berburu kuliner kaki lima. Hari 10: terbang ke destinasi negara ketiga Anda — misalnya Singapura, Kuala Lumpur, atau Bangkok — sebelum melanjutkan pulang ke Indonesia.

Dengan pemandu privat, rencana ini luwes mengikuti cuaca — hari berkabut dan hujan untuk danau, ngarai, dan kota tua; hari cerah untuk titik pandang tinggi. Fleksibilitas semacam itu mustahil didapat dari tur rombongan berjadwal kaku di dalam jendela 240 jam yang tidak bisa ditawar.

Peringatan praktis (bagian yang jujur)

Kebijakan ini adalah kebijakan transit: jika itinerari Anda kembali ke negara keberangkatan — misalnya Jakarta → Zhangjiajie → Jakarta — kebijakan ini tidak berlaku, dan untuk rute pulang-pergi seperti itu WNI tetap memerlukan visa Tiongkok reguler. Petugas imigrasi juga dapat meminta bukti akomodasi, jadi siapkan konfirmasi hotel Anda untuk ditunjukkan saat kedatangan.

Aturan terus berubah. Daftar negara telah bertambah beberapa kali sejak 2013 (terakhir dengan masuknya Indonesia pada 12 Juni 2025), daftar pintu masuk bertambah menjadi 65 pada November 2025, dan detailnya bisa berubah lagi. Kami memeriksa artikel ini terhadap publikasi resmi NIA (tanggal di bagian atas), tetapi satu-satunya sumber otoritatif Anda adalah NIA, Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, dan maskapai Anda — bukan blog, termasuk blog kami.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah bandara Zhangjiajie benar-benar menerima kedatangan bebas visa 240 jam?

Ya — Bandara Internasional Zhangjiajie Hehua (DYG) adalah salah satu dari 65 pintu masuk yang memenuhi syarat dalam daftar NIA terkini, dan Hunan berpartisipasi satu provinsi penuh. Anda juga bisa masuk lewat Bandara Changsha Huanghua lalu ke Zhangjiajie dengan kereta cepat.

Apakah perlu pemesanan hotel untuk memakai kebijakan ini?

Anda perlu tempat menginap yang terdaftar — hotel mengurus registrasi polisi secara otomatis. Petugas dapat meminta bukti pemesanan saat kedatangan, jadi pastikan setidaknya malam-malam pertama sudah terkonfirmasi.

Bolehkah mengunjungi provinsi lain selama 240 jam itu?

Boleh — perjalanan lintas provinsi diizinkan di antara provinsi dan wilayah peserta. Tetangga Hunan yang ikut skema ini memungkinkan kombinasi seperti Zhangjiajie + Guangzhou atau Zhangjiajie + Chongqing. Cek daftar wilayah yang diizinkan untuk rute persis Anda.

Apakah izin 240 jam gratis?

Ya, izin masuk sementara yang diterbitkan saat kedatangan tidak dikenai biaya.

Bagaimana jika saya hanya ingin pulang-pergi Jakarta–Zhangjiajie–Jakarta?

Perjalanan pulang-pergi ke negara yang sama tidak dihitung sebagai transit, jadi untuk rute itu Anda memerlukan visa Tiongkok reguler — Indonesia belum tercakup skema bebas visa 30 hari Tiongkok. Solusi paling praktis: akhiri perjalanan di negara ketiga seperti Singapura, Kuala Lumpur, atau Bangkok agar memenuhi syarat transit 240 jam. Pemandu Anda bisa membantu menyusun itinerarinya, tetapi tidak dapat memengaruhi keputusan imigrasi.

Sumber

Sedang merencanakan perjalanan ke Zhangjiajie?

Kirimkan tanggal dan pertanyaan Anda via WhatsApp. Pemandu lokal berlisensi menjawab secara pribadi — biasanya dalam beberapa jam (08:00–22:00 waktu Tiongkok).

WhatsApp +7 982 380 3299